Kurikulum

Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi, bahan kajian, maupun bahan pelajaran serta cara penyampaiannya, dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi. Mengingat penyusunan kurikulum merupakan hak otonomi dari perguruan tinggi, ketersediaan buku rujukan dalam penyusunan atau pengembangan kurikulum mutlak diperlukan. Untuk itu disusun buku Kurikulum Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang.

Kurikulum memuat standar kompetensi lulusan yang terstruktur dalam kompetensi utama, pendukung dan lainnya yang mendukung tercapainya tujuan, terlaksananya misi, dan terwujudnya visi Universitas Singaperbangsa Karawang yaitu inovatif, kompetitif, dan unggul yang dijiwai budaya bangsa. Kurikulum memuat profil lulusan dan capaian pembelajaran/learning outcome yang mendukung pencapaian kompetensi lulusan dan memberikan keleluasaan pada mahasiswa untuk memperluas wawasan dan memperdalam keahlian sesuai dengan minatnya, serta dilengkapi dengan deskripsi mata kuliah, silabus, rencana pembelajaran dan evaluasi. Kurikulum yang dirancang berdasarkan relevansinya dengan tujuan, cakupan dan kedalaman materi, pengorganisasian yang mendorong terbentuknya keterampilan umum, keterampilan khusus, pengetahuan dan sikap yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi dan kondisi.

LANDASAN KURIKULUM

A. Landasan Filosofis

    1. Pendidikan adalah suatu sarana untuk menyebarluaskan keutamaan, membersihkan jiwa, dan sebagai media untuk mendekatkan manusia kepada Allah SWT. Dengan itulah pendidikan merupakan suatu ibadah dan sarana kemaslahatan untuk membina umat.
    2. Kurikulum yang digunakan dalam pendidikan yang beraliran idealisme harus lebih memfokuskan pada isi yang objektif. Pengalaman haruslah lebih banyak daripada pengajaran yang textbook. Agar pengetahuan dan pengalamannya aktual. Sedangkan implikasi Aliran Idealisme dalam Pendidikan yaitu: bertujuan untuk membentuk karakter, mengembangkan bakat atau kemampuan dasar, serta kebaikan sosial, yang memiliki kurikulum pendidikan liberal untuk pengembangan kemampuan dan pendidikan praktis untuk memperoleh pekerjaan, metode yang diutamakan metode dialektika (saling mengaitkan ilmu yang satu dengan yang lain), tetapi metode lain yang efektif dapat dimanfaatkan, peserta didik bebas untuk mengembangkan kepribadian, bakat dan kemampuan dasarnya, pendidik bertanggungjawab dalam menciptakan lingkungan pendidikan melalui kerja sama dengan alam.
    3. Pendidikan idealisme untuk individual antara lain bertujuan agar anak didik bisa menjadi kaya dan memiliki kehidupan yang bermakna, memiliki kepribadian yang harmonis dan penuh warna, hidup bahagia, mampu menahan berbagai tekanan hidup, dan pada akhirnya diharapkan mampu membantu individu lainnya untuk hidup lebih baik. Sedangkan tujuan pendidikan idealisme bagi kehidupan sosial adalah perlunya persaudaraan sesama manusia. Karena dalam spirit persaudaraan terkandung suatu pendekatan seseorang kepada yang lain. Seseorang tidak sekadar menuntuk hak pribadinya, namun hubungan manusia yang satu dengan yang lainnya terbingkai dalam hubungan kemanusiaan yang saling penuh pengertian dan rasa saling menyayangi. Sedangkan tujuan secara sintesis dimaksudkan sebagai gabungan antara tujuan individual dengan sosial sekaligus, yang juga terekspresikan dalam kehidupan yang berkaitan dengan Tuhan. Kurikulum yang digunakan dalam pendidikan yang beraliran idealisme harus lebih memfokuskan pada isi yang objektif. Pengalaman haruslah lebih banyak daripada pengajaran yang textbook. Agar supaya pengetahuan dan pengalamannya senantiasa aktual.

B. Landasan Sosiologis

    1. Kurikulum harus mampu melepaskan pembelajar dari kungkungan tembok pembatas budayanya sendiri (capsulation)yang kaku, dan tidak menyadari kelemahan budayanya sendiri. Dalam konteks kekinian mahasiswa sebagai peserta didik diharapkan mampu memiliki kelincahan budaya (cultural agility) yang dianggap sebagai mega kompetensi yang wajib dimiliki oleh calon profesional di abad ke-21 ini dengan penguasaan minimal tiga kompetensi yaitu, minimisasi budaya (cultural minimization, yaitu kemampuan kontrol diri dan menyesuaikan dengan standar, dalam kondisi bekerja pada tataran internasional), adaptasi budaya (cultural adaptation), serta integrasi budaya (cultural integration) Perkembangan era revolusi industri 4.0 berdampak terhadap berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan. Pendidikan dalam bertransformasi tentunya tidak berdiri sendiri.
    2. Pendidikan diharapkan dapat menjawab segala tantangan, dimana harus memenuhi kebutuhan masyarakat penggunanya dan harus mampu mempersiapkan masyarakat dalam kehidupan yang sesungguhnya. Pendidikan harus mampu memberikan serangkaian aktivitas dan kegiatan yang diorganisasikan untuk memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik yang dinamakan dengan kurikulum yang mampu menjawab tantangan tersebut. Kurikulum yang ditawarkan harus mampu menjawab kompleksitas tantangan ke depan. Kompleksitas sebagai konsekuensi dari masyarakat yang selalu ingin berkembang dan juga laju perkembangan teknologi yang menuntut masyarakat untuk selalu dinamis.
    3. Pendidikan  merupakan  suatu  proses  kebudayaan  yang  lahir  dari  budaya  dan dilaksanakan dalam  rangka  proses pembudayaan, melalui interaksi insani menuju  Pengembangan kurikulum adalah pondasipengembangan  rancangan  pembelajaran   yang  melihat  dari  sisi  sosial  Dimana dalam pembelajaran nantinya peserta didik akan dibina dan dikembangkan sesuai  dengan  nilai  budayanya,  serta  dipupuk  kemampuan  drinya  menjadi  manusi berbudaya. Pada  prinsipnya  pendidikan  harus  mencerminkan keinginan, cita-cita tertentu dan kebutuhan masyarakat. Karena itu sudah sewajarnya kalau pendidikan memerhatikan aspirasi masyarakat, dan pendidikan mesti memberi jawaban atas tekanan-tekanan yang datang dari kekuatan sosio-politik-ekonomi yang dominan. pengembangan kurikulum yang merujuk pada asas kemasyarakatan dan juga kebutuhan masyarakat membuat pendidikan  lebih  bermakna.  Harapanya  pendidikan  akan  mampu  menjawab  tantangan  masyarakat,  membeka peserta  didik untuk setia pada norma/etika dimasyarakat dan sekaligus mampu menjadi agent of change untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya

C. Landasan Historis

Secara umum Fakultas berperan mengkoordinasikan dan memfasilitasi semua hal-hal yang berkaitan dengan penyusunan dan pengembangan kurikulum untuk program studi yang dikelolanya dan telah dibentuk tim peninjauan kurikulum. Peran Fakultas dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum sebagai berikut :

    1. Koordinasi dengan pihak Kemendikbud Risetdikti, Kemanag, dan Asosiasi tentang standar kurikulum  yang berlaku khusunya Prodi MPI;
    2. Mengadakan lokakarya kurikulum setiap 4 tahun dengan mengundang Pakar Kurikulum Prodi MPI;
    3. Mengadakan peninjauan kurikulum Program Studi setiap 1 tahun sekali (Minimal);
    4. Memproses lebih lanjut pengesahan kurikulum dalam SK Rektor;
    5. Mengkoordinasi proses sosialisasi dokumen kurikulum ke seluruh dosen dan Mahasiswa dalam bentuk rapat dan surat edaran.
    6. Melakukan evaluasi pada setiap akhir semester dalam bentuk nilai dari dosen;
    7. Hasil evaluasi PBM digunakan untuk memperbaiki proses PBM pada tahun/semester berikutnya;
    8. Evaluasi mutu oleh Badan penjaminan Mutu;
    9. Setelah selesai kajian pendalaman kurikulum KKNI, pihak pimpinan fakultas melakukan penyusunan kurikulum. Pembentukan tim penyusunan KKNI dilakukan oleh pimpinan, yang beranggotan para dosen, ketua jurusan, dan pimpinan fakultas lainnya. Tim ini bekerja untuk mengkaji kurikulum, dan menyusunnya kembali sesuai dengan regulasi KKNI. Sekaligus juga membuatkan model rencana pembelajaran semester, silabus, sumber rujukan, serta kompetensi yang harus dicapai dari masing-masing mata kuliah yang akan disajikan.

D. Landasan Hukum

    1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586);
    2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5336);
    3. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012, Tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI);
    4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2013, Tentang Penerapan KKNI Bidang Perguruan Tinggi;
    5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2014, Tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi, Dan Sertifikat Profesi Pendidikan Tinggi;
    6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020, Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi;
    7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2020, Tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi;
    8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2020, Tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran PTN, dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Izin PTS;
    9. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 436/MPK/RHS/KP/2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang Periode Tahun 2020 – 2024;
    10. Peraturan Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang Nomor 8 Tahun 2022 tentang Pedoman Akademik Universitas Singaperbangsa Karawang;
    11. Keputusan Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang Nomor 184/UN64/KPT/2022 tentang Pengesahan Pedoman Penyusunan Kurikulum program Studi:
    12. Keputusan Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang Nomor 185/UN64/KPT/2022 tentang Pengesahan Pedoman Merdeka Belajar Kampus Merdeka:
    13. Keputusan Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang Nomor 186/UN64/KPT/2022 tentang Pengesahan Pedoman Konversi Nilai Mata Kuliah;
    14. Keputusan Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang Nomor 190/UN64/KPT/2022 tentang Pengesahan Pedoman Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester.
KEPUTUSAN-PENGESAHAN-DOKUMEN-KURIKULUM-MPI